STATISTIKA

statistika

 

  • Pengertian Statistika

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah statistika (bahasa inggris; statistics) berbeda dengan statistik (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data.

  • Bagian utama Statistika

  1. Statistika Deskriptif adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data.
    deskri
    Dalam Diagram Batang Tersebut Menunjukan Banyaknya Data dari yang Terendah sampai yang Tertinggi.

    sumber:https://winkonadi.wordpress.com/statistik-deskriptif/

  2. Statistika Inferensi adalah ilmu statistika yang mempelajari tentang cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagian (sampel) dari populasi tersebut.
    inferen
    berhubungan dengan pendugaan populasi dan pengujian hipotesis dari suatu data atau keadaan atau fenomena.

    sumber:https://www.eurekapendidikan.com/2014/11/statistika-inferensial-statistika.html

  • Kegunaan Statistika dalam bidang ekonomi

  1. Bidang produksi
  2. Bidang Akuntansi
  3. Bidang pemasaran
  • Tahap-tahap dalam Statistika

  1. Mengidentifikasikan persoalan.
  2. Pengumpulan fakta-fakta yang ada.
  3. Mengumpulkan data asli yang baru.
  4. Klasifikasi data.
  5. Penyajian data.
  6. Analisa data.
  • Fungsi Pengetahuan Statistika

  1. Menjelaskan hubungan antar variabel.
  2. Membuat keputusan lebih baik.
  3. Mengatasi perubahan-perubahan.
  4. Membuat rencana dan ramalan.
  5. Dan masih banyak manfaat yang lain.
  • Populasi,Sampel dan Data

  1. Populasi adalah seluruh elemen yang akan diteliti.
  2. Sampel adalah elemen yang merupakan bagian dari populasi.
  3. Data adalah fakta-fakta yang dapat dipercaya kebenarannya.
  • Jenis-jenis pengambilan Sampel

  1. Random sederhana (simple random sampling) adalah pengambilan sampel secara acak sehingga setiap anggota populasi mempunya kesempatan yang sama untuk menjadi sampel, misalnya dengan cara undian.

    simple-random-sampling-5-638
    sumber:https://www.slideshare.net/kokikko/simple-random-sampling-35649932
  2. Random berstrata (Stratified Random Sampling) adalah pengambilan sampel yang populasinya dibagibagi menjadi beberapa bagian/stratum. Anggota-anggota dari stratum dipilih secara random, kemudian dijumlahkan, jumlah ini membentuk anggota sampel.

    startified
    sumber:https://freelearningji.wordpress.com/2013/03/20/88/
  3. Sistematis (Systematic Sampling) adalah pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentudari populasi yang telah disusun secara teratur dan diberi nomer urut. Misalnya peneliti ingin melakukan observasi terhadap pedagang sebuah pasar yang jumlahnya 2000 kios, dan jumlah kios yang ditetapkan sebagai sampel adalah 20 kios.
      • Pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pendaftaran terhadap seluruh anggota populasi dan diberi nomor secara acak.
      • Tetapkan jumlah anggota kelompok (k) dihitung dengan rumus:
        1dung.jpg
      • Pilih secara acak sebuah angka pada tabel random yang nantinya menjadi Random Start, yang nilainya lebih besar dari 1, tapi lebih kecil dari nilai k (1> Random Start > k=100). Dalam hal ini nilai Random Start yang terpilih adalah “10042” (baris 5 kolom 1), dimana dua angka terakhir bilangan tersebut (“42”) nilainya lebih besar dari “1” dan lebih kecil dari “100” (1 > 42 < 100).
      • Satuan-satuan sampling lainnya dipilih secara sistematis dengan menambahkan angka yang terpilih dengan nilai k (k=100):
        2dung.jpg
      • Dengan demikian satuan-satuan sampling yang terpilih adalah 0042, 0142, 0242, 0342, 0442, 0542, 0642, 0742, 0842, 0942, 1042, 1142, 1242, 1342, 1442, 1542, 1642, 1742, 1842, 1942.
        sumber:https://freelearningji.wordpress.com/2013/03/20/88/
  4. Luas/Sampel Kelompok (Cluster sampling) adalah pengambilan sampel tidak langsung memilih anggota populasi untuk dijadikan sampel tetapi memilih kelompok terlebih dahulu. Yang termasuk sebagai sampel adalah anggota yang berada dalam kelompok terpilih tersebut. Jika kelompok-kelompok tersebut merupakan pembagiandaerah-daerah geografis, maka cluster sampling ini disebut juga area sampling. Misalnya seorang peneliti ingin mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap infrastruktur yang telah dibuat oleh pihak developer sebuah perumahan. Perumahan tersebut dihuni oleh 120 rumah tangga yang secara geografis terbagi kedalam 12 blok, dimana masing-masing blok terdiri dari 10 rumah tangga. Bila peneliti menetapkan jumlah sampel sebagai responden adalah 50 rumah tangga, maka jumlah blok yang menjadi sampel adalah 5 blok (50 : 10 = 5 blok). Secara sederhana, metode pemilihan sampel metode cluster adalah sebagai berikut: Buat kerangka sampel yang terdiri atas 12 blok dan beri nama blok tersebut (dalam hal ini blok A, B, C, D, E, F. G, H, I, J, K dan L), dimana masing-masing blok terdiri atas 10 rumah tangga, sehingga total populasi terdiri atas 120 rumah tangga.

    Pilih secara acak 5 blok yang menjadi sampel, baik dengan cara mengundi ataupun menggunakan tabel acak, dalam hal ini blok yang terpilih secara acak dengan pengundian adalah blok A, D, G, J dan L.
    Masing-masing rumah tangga yang ada pada blok A, D, G, J dan L, adalah sampel terpilih yang selanjutnya akan menjadi responden.

    3dunnf

  • Pembagian data dapat dibedakan menurut :

A. Sifatnya 

  1. Data kualitatif ialah data yang disajikan bukan dalam bentuk angka, misalnya agama, jenis kelamin, daerah, suku bangsa, pangkat pegawai, jabatan pegawai dan sebagainya.
  2. Data kuantitatif ialah data yang disajikan dalam bentuk angka.Data ini terbagi menjadi :

a) Data kontinu adalah data yang satuannya bisa dalam pecahan. Data tersebut tidak bisa dipastikan secara pasti jumlahnya, dan menggunakan kata kata seperti : sekitar, kurang lebih, kira kira dan sebagainya.

Contoh: Anita menggunakan kurang lebih 5 kg untuk membuat kue setiap harinya. Sekitar 10 anak main di taman kota.

b) Data diskret adalah data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli, tidak berbentuk pecahan.

Contoh: berat badan Fina 48 kg. Harga bakso malang Rp. 10.000.

B. Waktunya.

a. Data silang (Cross Section) ialah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang bisa menggambarkan keadaan/kegiatan pada waktu tersebut.

Contoh : Laporan keuangan PT Maju Bersama per 31 desember 2014. Data pelanggan PT Maju Bersama bulan Juli 2014.

b. Data Berkala (Time Series) ialah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu atau periode secara historis.

Contoh : data perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari tahun 2013 sampai 2015.

 C. Cara memperolehnya.

a) Data primer : data yang langsung diambil dari objek penelitian oleh si peneliti. Data tersebut secara langsung diperoleh dari jawaban responden melalui penyebaran kuisioner, olah data ataupun observasi.

b) Data Sekunder : data yang tidak secara langsung diambil dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi dari pihak lain yang dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data.

D. Sumbernya.

> Data Internal ialah data yang menggambarkan dari keadaan di dalam suatu organisasi.

Contoh : Risma mengambil data keuangan, data pegawai dan data produksi langsung dari PT. Maju Bersama yang memproduksi buku tulis.

> Data Eksternal ialah data yang dibutuhkan dari luar untuk kebutuhan suatu organisasi tersebut.

Contoh : Risma mengambil data jumlah pengguna atau pembeli buku tulis dari PT. Maju bersama secara langsung dari sekitar luar wilayah PT. Maju Bersama.

E. Jenisnya.

Kuantitatif : data yang dipaparkan dalam bentuk angka.

> Kualitatif : data yang disajikan dalam bentuk kata kata yang mengandung makna.

  • Proses Pengukuran dan Jenis-jenis Skala Pengukuran

Variabel (peubah) adalah karakteristik-karakteristik yang terdapat pada elemen-elemen dari populasi tersebut. Contoh : Pada masyarakat, elemennya adalah manusia, karakteristiknya misalnya : penghasilan, umur, pendidikan, jenis kelamin dan status perkawinan yang merupakan variabel-variabel dalam penelitian.

  • Untuk analisa data penelitian, diperlukan macam-macam ukuran skala yaitu :

  1. Skala Nominal (Skala Klasifikasi).
    Adalah skala yang hanya mempunyai ciri untuk membedakan skala ukur yang satu dengan skala ukur yang lain
  2. Skala Ordinal.
    Adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan juga mempunyai untuk mengurutkan pada rentangan tertentu.
  3. Skala Interval.
    Adalah skala yang selain mempunyai ciri untuk membedakan dan mengurutkan juga mempunyai ciri jarak yang sama.
  4. Skala Rasio.
    Adalah skala yang mempunyai 4 ciri yaitu membedakan, mengurutkan , mempunyai jarak yang sama dan mempunyai titik nol yang berarti sehingga dapat menghitung rasio atau perbandingan diantara nilai.
  • Simbol Sigma.

Sigma dalam bahasa sederhananya dapat dikatakan sebagai jumlah. Notasi sigma adalah simbol untuk menjumlahkan sejumlah bilangan terurut yang mengikuti suatu pola dan aturan tertentu.

 

Contoh :

contoh.png

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s